Hutan Karangkamulyan
DESTINASI WISATA SEJARAH CIAMIS

Menelusuri Jejak
Kerajaan Galuh

Perpaduan harmoni antara peninggalan sejarah agung, legenda budaya Sunda, dan keindahan alam hutan lindung yang masih terjaga di jantung Kabupaten Ciamis.

Scroll

Menjaga Warisan Nusantara

Situs Karangkamulyan merupakan kawasan cagar budaya sekaligus hutan lindung yang menyimpan jejak peradaban Kerajaan Galuh, salah satu kerajaan tertua di tanah Pasundan (Sunda).

Berada di area seluas puluhan hektar, tempat ini bukan sekadar susunan batu purba, melainkan saksi bisu kejayaan masa lalu yang terbalut rimbunnya alam, memberikan pengalaman spiritual dan edukasi bagi setiap pengunjungnya.

  • Kawasan Hutan Lindung Alami
  • Situs Batu Bersejarah Abad ke-7
  • Pusat Pelestarian Budaya Sunda

0,5

Hektar Area

> 0

Abad Sejarah

0

Situs Utama

0%

Alam Terjaga

Garis Waktu Galuh

1

Masa Kerajaan Galuh

Abad ke-7 Masehi, Karangkamulyan diyakini sebagai pusat pemerintahan pertama Kerajaan Galuh, memisahkan diri dari Kerajaan Tarumanagara.

2

Legenda Ciung Wanara

Kawasan ini menjadi saksi lahirnya legenda Ciung Wanara, kisah perebutan tahta antara kakak beradik Hariang Banga dan Ciung Wanara yang ikonik.

3

Penemuan Situs

Struktur batuan (menhir, dolmen) ditemukan dan diteliti, menguatkan bukti bahwa lokasi ini adalah bekas pusat peribadatan dan keraton masa lampau.

4

Cagar Budaya Nasional

Hingga kini, Karangkamulyan dilestarikan sebagai objek wisata sejarah dan kawasan konservasi alam unggulan di Jawa Barat.

Ilustrasi Legenda

"Kisah yang terukir di atas batu, gemanya masih terdengar di riuhnya arus Sungai Citanduy."

Storytelling

Epik Ciung Wanara

Karangkamulyan tidak bisa dilepaskan dari legenda Ciung Wanara. Sebuah kisah heroik mengenai seorang anak yang dibuang, dibesarkan di hutan, dan akhirnya kembali untuk menuntut haknya atas tahta Kerajaan Galuh.

Di kawasan inilah, diyakini terdapat Panyambungan Hayam, tempat di mana ayam jantan sakti milik Ciung Wanara bertarung dan mengalahkan ayam milik raja, yang berujung pada terungkapnya jati diri sang pangeran.

Fakta Menarik

Legenda ini bukan sekadar mitos, melainkan simbol perlawanan dan pencarian keadilan masyarakat Sunda kuno yang diwariskan turun-temurun.

Peninggalan Bersejarah

Menyusuri jalan setapak hutan untuk menemukan struktur batuan megalitik yang memiliki fungsi dan cerita masing-masing pada masa Kerajaan Galuh.

Pangcalikan

Pangcalikan

Batu berbentuk tahta, diyakini sebagai singgasana atau tempat musyawarah Raja Galuh.

Batu Singgasana

Merupakan situs utama berbentuk dolmen yang dikelilingi batu tegak (menhir).

Sanghyang Bedil

Sanghyang Bedil

Struktur batu memanjang yang menyerupai senjata, simbol pertahanan kerajaan.

Mitosnya, batu ini akan mengeluarkan bunyi ledakan jika ada bahaya mengancam.

Panyambungan Hayam

Panyambungan Hayam

Area datar bersejarah tempat legenda adu ayam Ciung Wanara terjadi.

Situs ikonik yang berkaitan langsung dengan kisah perebutan tahta Galuh.

Cikahuripan

Cikahuripan

Mata air sakral bertemunya Sungai Citanduy dan Cimuntur, tempat ritual mensucikan diri.

Air kehidupan. Dipercaya membawa berkah dan awet muda bagi yang membasuh wajah.

Lambang Peribadatan

Lambang Peribadatan

Situs punden berundak kecil untuk pemujaan roh leluhur masyarakat Galuh.

Tempat sakral yang dulunya digunakan untuk ritual keagamaan dan memohon petunjuk.

Panyandaan

Panyandaan

Area bersandar ibu setelah melahirkan, melambangkan asal usul keturunan.

Situs peninggalan yang disimbolkan sebagai tempat bersandar dan memulihkan diri pasca melahirkan penerus Galuh.

Pamangkonan

Pamangkonan

Simbol tempat menerima anugerah, letaknya dekat dengan Pangcalikan.

Tempat yang disimbolkan untuk menerima anugerah dan berkah dari Sang Pencipta.

Makam Adipati Panaekan

Makam Adipati Panaekan

Makam penyebar agama Islam yang memiliki ikatan sejarah dengan kawasan ini.

Situs peninggalan era Islam yang membuktikan keberagaman sejarah di Karangkamulyan.

Patimuan

Patimuan

Titik pertemuan aliran dua sungai besar, Sungai Citanduy dan Cimuntur.

Pertemuan Arus

Lokasi eksotis yang sering dikaitkan dengan tempat pembersihan diri secara spiritual karena arus pertemuannya yang kuat.

Sipatahunan

Sipatahunan

Situs berupa kolam atau mata air alami yang berkaitan dengan kisah masa lalu.

Telaga Bersejarah

Dalam cerita rakyat, area telaga ini dikaitkan dengan tempat dibuang dan ditemukannya bayi Ciung Wanara.

Eksplorasi Tambahan

Destinasi & Fasilitas Wisata

Selain peninggalan bersejarah purbakala, kawasan Karangkamulyan juga menawarkan fasilitas modern dan monumen bersejarah lainnya bagi pengunjung.

Rest Area Karangkamulyan
Fasilitas Publik

Rest Area Karangkamulyan

Tempat istirahat yang sejuk dan asri di bawah rimbunnya pepohonan hutan lindung. Terletak strategis di jalur utama jalan nasional, rest area ini dilengkapi dengan deretan warung kuliner yang menyajikan makanan khas Sunda, area parkir luas, dan fasilitas ibadah.

Pusat Kuliner
Area Parkir Luas
Mushola & Toilet
Suasana Teduh
Goong Perdamaian Dunia
Monumen Ikonik

Goong Perdamaian Dunia

Monumen Gong Perdamaian Dunia (World Peace Gong) yang megah menjadi lambang persaudaraan umat manusia. Monumen ini ditempatkan di Karangkamulyan karena nilai historis Galuh yang menjunjung tinggi toleransi, anti-kekerasan, dan cinta damai.

Simbol Global
Spot Foto
Nilai Toleransi
Area Strategis

Galeri Visual

Keindahan alam dan eksotisme sejarah dalam bidikan lensa.

Jalan Setapak Hutan
Jalan Setapak Hutan Lindung
Struktur Batu
Situs Bebatuan Purba
Sungai Citanduy
Aliran Sungai Citanduy
Akar Pohon Besar
Usia Ratusan Tahun
Area Pemujaan
Hutan Asri

Dokumenter Visual

Melihat lebih dekat suasana mistis dan keindahan Situs Karangkamulyan melalui dokumentasi terkini.

Mengapa Berkunjung ke Sini?

Wisata Edukasi

Belajar sejarah Kerajaan Galuh dan tatanan masyarakat Sunda kuno secara langsung di lokasi aslinya.

Hutan Lindung

Menikmati udara segar dan suasana alam yang asri, dilindungi oleh rimbunnya pepohonan berusia ratusan tahun.

Nilai Budaya

Menyaksikan jejak ritual dan tradisi adat masyarakat Sunda yang masih dihormati dan dilestarikan hingga kini.

Akses Mudah

Lokasi strategis berada tepat di jalur utama jalan nasional Ciamis-Banjar, mudah dijangkau kendaraan apapun.

Living Heritage

Tradisi Ngikis

Situs Karangkamulyan bukan sekadar benda mati. Setiap menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat adat dan keturunan Galuh berkumpul untuk melaksanakan tradisi Ngikis.

Upacara ini merupakan ritual pembersihan pusaka dan pemagaran (ngikis) area situs inti (Pangcalikan) menggunakan anyaman bambu. Simbol dari membersihkan diri, hati, dan pikiran sebelum memasuki bulan puasa.

Jadwal Acara Adat

Diadakan setahun sekali menjelang Ramadhan.

Bulan Syaban (Kalender Hijriah)
Tradisi Ngikis di Ciamis

Informasi Kunjungan

Rencanakan perjalanan Anda ke Situs Karangkamulyan.

Lokasi

Jl. Raya Ciamis - Banjar Km. 16, Desa Karangkamulyan, Kec. Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Jam Operasional

Buka Setiap Hari

07:00 - 17:00 WIB

Fasilitas Area

  • Area Parkir Luas
  • Toilet & Mushola
  • Warung Makan/Kios
  • Pemandu Wisata (Lokal)

Rencanakan Kunjungan Anda

Dapatkan petunjuk arah langsung melalui Google Maps.

Buka di Maps